hei. gue lagi baca manga boyfriend . disitu ceritanya buagus banget.
kata-katanya juga. pada nyentuh-nyetuh gitu.
share yaa:
".. meskipun aku selalu ada di sampingnya, yang dia lihat bukan aku.."
"Bodoh, aku sangat menyukaimu. lihatlah aku.."
"Meskipun aku berusaha keras untuk menutup mataku darinya, perasaan ini malah terus berkembang.."
"Kalau kulepaskan semua perasaanku, apa aku akan bisa membencimu?"
"Seberapa banyak aku harus menangis sampai perasaan cinta ini hilang?"
"Kamu akuan menjadi hebat jika memiliki sesuatu yang harus kamu lindungi"
"Aku sudah tidak apa-apa karena kamu sudah memberiku kekuatan untuk tidak kalah dari diriku sendiri"
Jumat, 29 Juli 2011
Kamis, 07 Juli 2011
your daddy.
At age 8, your dad buys you an ice cream. You thanked him by dripping it all over his lap. When you were 9 years old, he paid for piano lessons. You thanked him by never even bothering to practice. When you were 10 years old he drove you all day, from soccer to football to one birthday party after another. You thanked him by jumping out of the car and never looking back. When you were 11 years old, he took you and your friends to the movies. You thanked him by asking to sit in a different row. When you were 12 years old, he warned you not to watch certain TV shows. You thanked him by waiting until he left the house. When you were 13, he suggested a haircut that was in fashion. You thanked him by telling him he had no taste. When you were 14, he paid for a month away at summer camp. You thanked him by forgetting to write a single letter. When you were 15, he came home from work, looking for a hug. You thanked him by having your bedroom door locked. When you were 16, he taught you how to drive his car. You thanked him by taking it every chance you could. When you were 17, he was expecting an important call. You thanked him by being on the phone all night. When you were 18, he cried at your high school graduation. You thanked him by staying out partying until dawn. When you were 19, he paid for your college tuition, drove you to campus carried your bags. You thanked him by saying good-bye outside the dorm so you wouldn't be embarrassed in front of your friends. When you were 25, he helped to pay for your wedding, and he told you how deep he loved you. You thanked him by moving halfway across the country. When you were 50, he fell ill and needed you to take care of him . You thanked him by reading about the burden parents become to their children. And then, one day, he quietly died. And everything you never did came crashing down like thunder on YOUR HEART.
_______
thanks for mbak bida. http://purplescrapbook.blogspot.com
_______
thanks for mbak bida. http://purplescrapbook.blogspot.com
60 tahun
Alkisah ada seorang perempuan dan seorang laki-laki yang sudah saling mengenal sejak kecil. Mereka tumbuh bersama, bersekolah bersama, bermain bersama. Sampai si laki-laki ini pergi untuk menempuh sekolah pilot.
Beberapa tahun kemudian, saat mereka berdua sudah tumbuh dewasa, mereka dipertemukan lagi. Mereka mengenang masa-masa kecil mereka, mengobrol hingga larut malam, dan akhirnya... mereka jatuh cinta. Karena sebenarnya dari dulu mereka sudah saling menyayangi.
Tidak butuh waktu lama hingga mereka menikah, dan sang istri pun hamil. Mereka girang bukan main, mereka adalah pasangan yang sempurna. Hingga terjadilah perang dunia kedua, dimana tenaga sang suami dibutuhkan. Mau tidak mau ia harus menuruti panggilan negara.
Dengan sedih sang istri mengantar suaminya ke stasiun, memberikan sebuah kertas berpotongan hati warna merah, dan berpesan kepada sang suami untuk menjaga dan mengembalikannya. Dan ia ingat betul, hari itu tepat tanggal 14 Februari. Hari valentine.
Setelah beberapa bulan berlalu, mereka masih rutin berkirim surat. Hingga sang istri melahirkan, dan tak lama setelah itu... Sang suami dinyatakan hilang dalam misinya di perang tersebut.
Sang istri sedih bukan main. Namun karena keyakinannya, ia terus berpikiran bahwa menghilang bukan berarti meninggal. Ia terus menjalani hari-harinya dengan ceria, merawat anaknya hingga besar. Bahkan setelah 60 tahun berlalu dan ia sudah mempunyai cucu.
Dan apa kalian tau, bahwa selama 60 tahun itu, tepat di hari valentine, ia selalu datang ke stasiun, berdandan rapi, menunggu suaminya datang dan duduk di bangku yang sama? Ia terus menunggu hingga malam, dan tahun ke tahun selalu sama. Nihil. Lalu ia selalu pulang dan berujar, "Jika tidak sekarang, pasti tahun depan."
Hingga acara berita lokal tertarik pada kisahnya ini dan menawarkan untuk membantunya mencari suaminya yang dinyatakan hilang itu. Dengan fasilitas yang ada, akhirnya ditemukanlah seseorang yang mengaku orang terakhir yang melihat sang suami.
Lalu mereka dihubungkan lewat webcam, dan mulailah ia bercerita. Bahwasanya sang suami dan seorang rekannya sama-sama terluka, luka berat, dan mereka di temukan si orang ini di hutan belantara. Mereka berdua diobati, namun sayangnya kereta kecil mereka hanya cukup untuk mengangkut satu orang saja dari keduanya untuk dikembalikan ke negara asal mereka, yaitu Amerika. Dengan baik hatinya sang suami itu menyuruh mereka untuk menyelamatkan partnernya yang sama-sama terluka tadi, meskipun ia tahu resikonya sangat kecil baginya untuk kembali pada sang istri lagi jika ia tidak menggunakan kesempatan ini. Namun ia tepis rasa egoisnya itu, didulukanlah sang partner tadi.
Hingga sesaat setelah itu, sang suami sudah kembali sehat namun perang belum juga usai. Ia mencium bau-bau musuh mendekat, lalu ia dan segenap tentara lainnya menembaki musuh. Naasnya ada seorang anak kecil yang ada di situ, dan dengan luarbiasanya si suami tadi melindungi anak kecil ini dari serangan. Namun justru ia yang terkena tembak...
Di akhir hayatnya ia masih sempat menyuruh kawannya untuk menyelamatkan anak kecil tadi. Ia memegang potongan hati yang diberi istrinya dulu, diciumnya kertas itu, lalu ia berujar, "Maaf, mungkin cuma hatimu yang akan kembali."
Dan setelah mendengar cerita itu, sang istri menangis, putus asa, bahwa harapannya selama ini tak ada artinya. Tak lama setelah itu jasad suaminya ditemukan, dan tim kepolisian mendatangi rumahnya dan berujar, "Maafkan kami untuk pemberitahuan duka ini, Bu. Jasad suami anda sudah ditemukan, dan barang-barang ini yang kami lihat sedang bersamanya," sambil mengembalikan sepotong kertas berbentuk hati yang sudah lusuh dan robek-robek.
"Suami anda dianugerahi pangkat tertinggi dalam bidang pembelaan negara, Bu. Selamat..."
Lalu saat pemakaman jasad suaminya itu, diadakan upacara militer yang sangat khidmat, pemberian pangkat tertinggi itu. Sang istri hanya bisa memeluk peti mati suaminya, menangis, namun juga tersenyum. Bahwa sang suami menepati janjinya, untuk mengembalikan hati sang istri.
sweet? right. more than sweet. :')
Langganan:
Postingan (Atom)
