Minggu, 25 November 2012

This.

Kata orang 1, cinta yang nggak saling memiliki itu bukan cinta.
Kata orang 2, cinta tak harus memiliki.

Nah, pernah ngerasain ada di posisi yang mengiyakan kedua statement yang bertolak belakang itu?

Suatu posisi dimana kamu ngerasa kalo cinta itu harus ada realisasinya, ada sesuatu yang mengikat dan bisa dipamerkan.

Tapi di posisi lain, kamu ngerasa kalau cinta yang tulus itu justru nggak menuntut. Nggak menuntut untuk suatu status.

Kata orang 1, orang yg bilang cinta tak harus memiliki itu orang munafik. Semua manusia pasti punya keinginan untuknya.

Kata orang 2, orang yang bilang cinta nggak memiliki itu bukan cinta itu egois. Cuma mentingin egonya dan nggak mikirin situasi yang tepat buat kedua belah pihak.

Ada orang3 yang bilang
"Merelakan adalah bagian dari pengutaraan cinta"

Aku sendiri sih.. Lumayan setuju sama statement yang ini. Merelakan disini berarti pernah memiliki, dan tiba di saat mereka harus berpisah. Untuk kebaikan keduanya, nggak mikirin ego.

Tapi banyak juga orang yg mikir kalo kerelaan untuk pergi berarti mereka udah nggak sayang. Entahlah.

There's someone who taught me for the third statement. Kami pernah saling memiliki. Tapi saat ini mengharuskan kami untuk pisah, keadaan yang menginginkan. Siapa sih yang pernah punya keinginan putus dari pacarnya?

Aku dan dia sama-sama nggak ingin berpisah. Ego kami besar akan itu. Tapi suatu saat dia memutuskan yang terbaik tentang keadaan ini. Memikirkan kedepan untuk kebaikanku, dan kebaikannya.

He choosed that way for us. Aku sempat mikir kalau dia udah nggak sayang sampe bisa ngerelain hubungan kami.

And then he said "I choosed this way cause I think which is the best for your best, my best, our best. If I don't love you, I wont think bout your best."

And in that time, I hv already know what love is.

Arigatou, Ivan ☺

Sabtu, 03 November 2012

Kepada langit

Hai,
Bagaimana kabarmu? Baikkah?
Kuharap begitu,

Hai kamu,
Aku punya sesuatu untuk ditanyakan.
Maukah kau tahu?
Terimakasih.

Langit, sore ini awan sedang menyelimutimu.
Memberi suatu mendung untuk manusia di bawahmu.
Langit,
Bagaimana perasaanmu saat kebiruan dirimu tertutupi oleh awan?

Langit, aku hanya penasaran.