Kamis, 29 Agustus 2013

cengeng.

Hai! Hari ini hari nyoblos pertamaku! Pilgub jatim.
Selebihnya sih hari yang normal normal aja..
Tapi semua berubah waktu malem... kenapa malem? Mungkin karena cuma malam hari yang bisa membawa atmosfer seperti ini.

Random sekali.
Tiba-tiba terasa sedih meskipun tidak ada yang dipikirkan.
Hanya tiba-tiba.
Atmosfer di sekitar sudah berubah. Cepat.

Seperti terasa sedih ketika sedang banyak masalah yang harus dipikirkan, diselesaikan.
Tapi kali ini tidak. Dan mungkin karena sudah dalam atmosfer sedih seperti ini, perasaan sensitivitas cewekku yang berlebihan jadi keluar.
Aku masih bermain di timeline timeline twitter. Membaca atau hanya sekedar melewati updatean para followingku.
Berhenti pada satu tweet followingku yang sedang mengumbar kebahagiaannya bersama best friend foeva-nya katanya. Sensitif.

Pikiranku sudah mulai melayang layang tentang keadaankku, di sekitarku, teman-temanku (yang dulu dan sekarang). Haha, aku rasa tidak cocok menggunakan kata-kata dulu pada teman. Yah tapi anggap saja begitu untuk mempermudah pengertiannya. Teman, bukan. Sahabat smp-ku, dan sahabat(?) Sma-ku. Ya, aku masih memberi tanda tanya pada sahabat yang kedua. Bukan meragu, hanya masih belum cukup yakin untuk mengaku aku embel-embel 'sahabat' ketika disaat aku sedang bersama mereka aku masih bisa memikirkan sahabatku yang lain. Masih membanding-bandingkan. Masih sering yidak merasa cocok. Merasa dunia mereka berbeda.
Mungkin dimata teman-temanku yang lain, 'sahabat(?)' Yang ini sudah menjadi sahabt. Ya, bagaimana tidak jika kita setiap hari selalu bersama, apa-apa bersama, bahkan sering terkesan menutup wilayah dengan yang lain. Aku teringat sebuah ungkapan 'teman dekat adalah teman yang terbiasa bersama, namun sahabat adalah sahabat'. 'Sahabat(?)'ku yang ini apakah mereka masih termasuk dalam teman dekat? Atau sudah benar benar menjadi sahabat.
Atmosfer.
Aku masih sering mencari atmosfer yang sama dengan disaat aku bersama sahabat smp-ku. Aku masih merindukan atmosfer seperti itu. Aku seakan sudah terbiasa dan susah untuk ditukar.
Sering. Aku dan sahabat smp-ku sering jalan bersama, curhat-curhat bersama, foto-foto. Namun, entah ada apa lagi, aku masih merindukan atmosfer 'itu' meskipun aku sudah berada diantara manusia-manusia yang mengenalkan atmosfer 'itu'. Seakan semua berubah, atau aku yang terlalu berharap.
Sebenarnya apa yang kamu inginkan, dita? Kamu sudah bersama sahabat-sahabatmu tapi kamu masih mencari yang tak ada di sana. Tak bisakah kamu hanya menerima dan belajar untuk tidak selalu berfokus pada satu titik-yang dalam hal ini adalah sahabat smp-mu. Apakah kamu ingin yang persis sama dengan yang kamu jalani dulu? Maka hanya kembalilah pada kenangan-kenanganmu dan berthan tak perlu kembali. Just stuck there with your own happiness and memories.
You are not the center of the universe. You and your bestfriends are not the center of your world.
Diluar sana masih ada banyaaak sekali peristiwa-peristiwa yang bisa menjadi kenangan manis yang sama bisa menempati memorimu. Jangan hanya bersentral pada satu lingkaran gandengan. Karena jika satu dari yang menghandeng itu cacat, lingkaran itu tidak akan pernah terasa sempurna lagi.